Forum

Please or Register to create posts and topics.

Kerusakan Alam yang Dinormalisasi: Bahaya Terbesar Zaman Ini

Bahaya terbesar zaman ini bukan hanya kerusakan alam, tetapi cara kita menerimanya sebagai sesuatu yang normal. Berita Lingkungan Banjir tahunan, udara kotor, sungai hitam, dan cuaca ekstrem kini sering dianggap bagian dari kehidupan sehari-hari. Ketika kerusakan dinormalisasi, kewaspadaan mati, dan di situlah ancaman sesungguhnya bermula.

Normalisasi terjadi pelan-pelan. Awalnya kita terkejut, lalu terbiasa. Yang dulu dianggap krisis, kini dianggap rutinitas. Kita menyesuaikan hidup dengan kerusakan, alih-alih menghentikannya. Inilah bentuk kekalahan paling sunyi: menyerah tanpa perlawanan.

Media dan kebijakan turut berperan dalam proses ini. Ketika bencana dilaporkan tanpa konteks, ketika penyebab struktural jarang dibahas, publik belajar bahwa kerusakan adalah takdir. Padahal, sebagian besar kerusakan alam adalah hasil keputusan manusia—dan bisa dicegah.

Normalisasi juga mematikan rasa marah yang sehat. Padahal, kemarahan adalah sinyal bahwa ada yang salah. Ketika banjir dianggap biasa, tidak ada lagi dorongan untuk menuntut perubahan. Ketika polusi dianggap harga pembangunan, tidak ada lagi keberanian untuk berkata cukup.

Yang paling terdampak dari normalisasi adalah kelompok rentan. Mereka yang hidup paling dekat dengan alam merasakan dampak paling keras, sementara mereka yang jauh dari sumber masalah sering tidak merasa urgensi. Kerusakan menjadi statistik, bukan penderitaan nyata.

Kerusakan alam yang dinormalisasi juga menciptakan ilusi adaptasi. Kita merasa mampu bertahan dengan teknologi, infrastruktur, atau gaya hidup baru. Padahal, adaptasi tanpa pencegahan hanya menunda kehancuran. Alam punya batas, dan batas itu tidak bisa dinegosiasikan.

Menghentikan normalisasi membutuhkan kesadaran kolektif. Media harus berani menolak narasi “sudah biasa”. Pendidikan harus menanamkan kepekaan lingkungan sejak dini. Kebijakan harus berpihak pada keberlanjutan, bukan sekadar kenyamanan jangka pendek.

Berita Lingkungan Kerusakan alam tidak boleh menjadi latar belakang yang kita abaikan. Selama kita terus menganggapnya normal, bahaya akan terus membesar tanpa disadari. Dan ketika akhirnya terasa tidak normal lagi, mungkin sudah terlambat untuk kembali.